Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Menunggu kekasihnya pulang dengan selamat. Menunggu kekasihnya kembali dengan kejayaan. Seiring berjalannya waktu… sosok yang menunggu di bawah pohon bertambah satu. Aku tak takut menunggu, sungguh. Yang kutakutkan hanya satu… ketika bahkan tak ada kesempatan untuk menunggu pun tak diberikan. Untungnya, kali ini aku-lah yang tak ingin menunggu lagi. Dalam perjalanan pulang, Baron bertanya padaku.
10.0K viewsCompletedAdded to Library 339 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Berpisah Untuk Kembali

Berpisah Untuk Kembali

Pengucapan kalimat terakhir Hana bersamaan dengan luruhnya air matanya. “Melepas?” Sungguh mendengar kata itu membuat raga Alga tak berdaya. “Iya, mungkin akhir dari perjalanan cinta kita adalah saling melepas.” Alga menggeleng gelengkan kepalanya, dia tidak setuju dengan keputusan Hana untuk saling melepas. “Mungkin ini yang dinamakan berpisah karena keadaan, Al. Satu terpaksa mengakhiri, yang satu terpaksa menerima.” Hana menghela napas berat. “Ini keputusan terberat yang pernah aku ambil. Tapi, terpaksa aku lakukan. Cinta tak harus memiliki kan, Al? Anggap saja ini adalah pengorbananku. Jadi jangan pernah menyia nyiakan apa yang aku korbankan untuk kamu. Kamu harus bahagia dengan pilihan
101.9K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Istri Dalam Sangkar Emas

Istri Dalam Sangkar Emas

Sekuat apapun aku mengalihkan segalanya, Tari tidaklah mudah. Dan saat Ia yang berulang kali mengucapkan kata pisah, rasanya begitu menyesakkan. Hanya satu kata itu saja, mampu membuat napasku tertahan. Aku rasanya ingin meruntuhkan segalanya, menyalahkan waktu yang membuat kami berada di tahap yang sekarang.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Kemungkinan terburuk dari Gina yang mungkin terluka karena harus berpisah dengan orang yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri. "Aku hanya berpikir kalau Gina cukup diberi pengertian soal perpisahan kita, tapi setelah mendengar ucapanmu aku baru menyadari kalau ada imbas menyakitkan untuk Gina juga dari perpisahan itu. Untuk sekarang aku tak punya solusi yang pas, tapi aku harap, di masa depan nanti, saat kita harus berpisah... tolong kamu pergi sesegera mungkin. Jangan berpamitan, cukup pergi dalam senyap, biar aku bisa mengatakan pada Gina kalau kamu sudah tiada."
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 872 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Terpaksa Menikah dengan Mantan Kakak Ipar

Terpaksa Menikah dengan Mantan Kakak Ipar

"Dan mungkin, sudah saatnya kita benar-benar berpisah." Disti tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa menatap Yasa pergi, menyadari bahwa cerita mereka berakhir di sini—dalam kerumitan yang tak pernah mereka bisa selesaikan. Rasa yang pernah ada, kini hanya tersisa di dalam kenangan yang mengiris hati. ***
102.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

“Aku tidak memiliki seseorang yang benar-benar dekat denganku termasuk Ivana.” “Masa lalu tidak seharusnya kamu ingat, ‘kan? Itu sudah berlalu dan lagi pula, baik kamu maupun Ivana telah memutuskan jalan masing-masing. Jika sudah berpisah maka semua waktu yang pernah dilewati bersama tidak perlu menjadi sebuah penyesalan.” “Itu wajar, ‘kan?” tanya Anan yang dibalas Kinar dengan memutar kedua matanya malas. “Seperti kamu melepaskan Banyu dulu, apakah semudah membalikkan telapak tangan?”
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 374 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Pov Surya Dulu aku menantikan hari ini. Namun sekarang tidak. Justru aku berharap hari ini tidak pernah hadir dalam hidupku. Tidak ada perpisahan yang menyenangkan. Aku salah telah mengharapkan sesuatu yang akhirnya akan kusesali Seumur hidup. Medina mengulurkan tangannya padaku. Mengajak bersalaman. Sejak ketuk palu itu dibunyikan tiga kali, sejak itu pula kami resmi berpisah. Perceraian ini akhirnya terjadi.
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

Lanjut Keena. Pipi Arina kembali dibanjiri dengan air mata, “Bagaimana bisa? Heah [Menghela nafas].” “Bagaimana jika kamu tidak bisa? Bagaimana jika kamu terus ragu?” Ujar Felice yang menahan air matanya. “Bukankah justru itu waktu yang tepat untuk berpisah?” Ujar Keena. “Saat kamu ingin lebih? Saat kamu menjadi serakah dan terus mengatakan ingin sedikit lagi, ingin lebih lama lagi.” Ujar Keena.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Kontrak Cinta, Luka Nyata

Kontrak Cinta, Luka Nyata

Hurufnya mulai pudar, tapi ia masih hafal setiap katanya. “Jika suatu hari kita berpisah, jangan cari aku di antara bisingnya kota. Carilah aku di taman ini, di antara daun yang jatuh, di mana waktu pernah berhenti sejenak untuk kita.” Raga menutup matanya, membiarkan angin membawa aroma tanah basah dan kenangan yang tak lagi menyakitkan. Mungkin memang begini akhirnya, bukan pertemuan untuk kembali bersama, tapi pertemuan untuk benar-benar melepaskan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
Setelah Mahkotaku Kau Renggut Paksa

Setelah Mahkotaku Kau Renggut Paksa

sanggah Syarif cepat. "Maafkan aku. Sungguh, ini adalah yang terbaik untuk kita. Ada satu hal yang tak mungkin kubagi padamu dan kurasa, berpisah adalah keputusan terbaik. Maafkna jika sepertinya kamu susah menerima keputusan ini tapi semua sudah final. Kita tak bisa bersatu. Semoga kamu bahagia bersama siapa pun yang mendampingi nanti."
103.5K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as kini tiba saat berpisah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status