Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Pengganti

Cinta Pengganti

“Apa sudah boleh ke sebelah?” “Tunggu sebentar lagi.” Raissa dan beberapa pendamping yang ada di ruangan tersebut terkekeh, karena ketidaksabaran Kiya. “Tunggu orang WO-nya manggil, seperti tadi, kan?” Kiya mengangguk, kemudian beranjak menghampiri pendingin ruangan portable yang berada di sudut ruang. Kendati ada kelegaan tersendiri setelah sah menjadi istri Gilang, tetapi ada rasa khawatir yang tidak bisa hilang begitu saja di dalam hati Kiya.
1071.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Ketika Mas Gagah Tiba

Ketika Mas Gagah Tiba

KETIKA MAS GAGAH TIBA 27 Pada kursi besi ini, aku duduk menunggu kepulangannya. Debar dada terasa tak jelas. Kenapa Nata belum juga datang? Tidak akan terjadi sesuatu kan?
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

kata lelaki yang sudah senior di bidangnya. Iqis melihatku, dia memicingkan mata dan berpaling. Tuh, kan, anak itu iiih gemes. Ajak tebak-tebakan MTK baru tahu. Dia nggak ngerti rasanya menyimpan perasaan sama kayak nahan kentut. Peserta mulai dipanggil, menunggu adalah kegiatan yang melelahkan. Sama seperti menunggu dia beberapa tahun biar peka. Eh, ternyata kutub utara duluan yang cair daripada hati Iqis.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Aku tunggu di rumah, ayo kita bicara baik-baik. Sebelum mengirim pesan itu, Bryan masih berkhayal bahwa Cecil akan segera kembali setelah melihatnya menundukkan kepalanya dengan sungguh-sungguh. Bryan masih berpikir Cecil hanya sedang bersikap picik seperti sebelumnya. Dia bahkan berpikir untuk menunggu Cecil kembali, ingin memberi tahu Cecil bahwa dia akan marah jika wanita itu mempermainkannya. Begitu pesan terkirim, Bryan baru tertegun ketika melihat tanda seru merah di layar.
14.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Istri Gelap Tuan Arrogant

Istri Gelap Tuan Arrogant

Puskesmas Cipans Di atas ranjang kini tengah berbaring seorang wanita dengan wajah pucat, saat ini masih juga belum sadarkan diri bahkan denyut nadinya semakin melemah. Seorang dokter umum masih berusaha menangani, sedangkan Adam bersandar pada daun pintu yang tertutup rapat menantikan Kinanti dengan panik. Adam tidak mampu untuk melihat wajah pucat dengan darah yang terus saja mengalir, sehingga ia lebih memilih berada di luar untuk menunggu. Hingga sesaat kemudian seorang dokter menemuinya. "Bagaimana?!" Tanya Adam tidak sabar.
9.74.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91.2K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Tampilkan Ulasan (890)
Baca
+Pustaka
Sayidah Prasetya
setiap hari slalu nungguin author update bab baru. bukan hanya dijudul yg baru ini,melainkan di judul "istri lugu presdir dingin" tiap baca slalu terhibur,sering senyum² sendiri kalau pas ada bab lucu. next publish bukunya ya thor,biar yg lain pd baca n bisa buat nambah koleksi perpus mini di rumah.
Ina Thabita
Sebelumnya makaaasih banyak thor buat novelnya jujur seumur hdp baru kali ini banya novel ngikutin ampe hbs uang 200rb lebih kali............pdhl aku bukan tipe orng yg suka baca buku tpi dngn novel ini gilaaaa ceritanya bagus awal2 aku sampe nangis sesegukan tpi skrng tangisan trganti dngn trtawa snyum
Baca Semua Ulasan
Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

tanyaku pada security jaga gerbang masuk. "Belum, Non! Saya juga menunggu," jawabnya. Memang Pak Kadir masih meminum kopi hitam bersama Pak Arman. "Oh, ya sudah." Aku manggut-manggut lalu kembali ke teras rumah. Lalu sambil menunggu kembali kuhubungi nomornya. Tudt! Tudt! Tudt! Deg! Mas Satria reject panggilan dariku?
1072.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
LETUP

LETUP

“Kalo Kai naik kereta, ya udah gue ikut nunggu bis aja. Yuk, duduk!” Ilma menarik Kaila duduk di halte yang cukup lengang, menanti bus kampus yang biasa lewat tiap lima belas sampai dua puluh menit sekali. Kaila mengikuti Ilma, duduk di sisi gadis itu sembari mendengarkan obrolan-obrolan ringan yang Ilma lontarkan. Menanggapi sesekali sambil menyembunyikan rasa berdenyut yang kian terasa di kepalanya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

“Untung boleh sama si akangnya.” Selagi menunggu bakso disiapkan, Alif menyeruput kopinya, berharap kantuknya dapat berkurang. Ia kemudian memeriksa gawainya. Ada banyak pesan masuk, tetapi ada satu yang menarik perhatiannya. ---- /Masya Allah berasa penganten kak dipayungin ----
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

****************** "Apa Ibu nggak salah duduk?" Kirana menggeleng. Resepsionis di depan yang mengatakan ia harus menunggu di sini. "Dari ujung itu belok kanan terus lurus sampai ada tulisan ruang interview. Ibu bisa menunggu di depannya. Kami sudah sediakan kursi di sana." Kata resepsionist itu setelah menerima print hasil penerimaan yang diberikan oleh Kirana. Ia juga mengembalikan kertas print tadi beserta kertas yang bertuliskan angka dan selembar formulir yang harus diisi.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Halcyon

Halcyon

Papanya memang tidak mengizinkan siapapun berbicara padanya selain saat ada pemotretan dan hanya satpam yang berani menyapanya. Keysa mengambil duduk di kursi yang di sediakan di luar. Mengambil earphone dan menyalakan musik. Kakinya mulai bergoyang, bergumam seraya mengangguk-angguk mengikuti beat musik. Namun, lama-kelamaan ia menghela napas dengan bahu yang merosot. Terus melirik ke arah jalan berharap seseorang yang ia tunggu sedari tadi segera muncul. Sudah sekitar 30 menit dan hari mulai gelap, digantikan oleh cahaya lampu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status