Cinta Pengganti
“Apa sudah boleh ke sebelah?”
“Tunggu sebentar lagi.” Raissa dan beberapa pendamping yang ada di ruangan tersebut terkekeh, karena ketidaksabaran Kiya. “Tunggu orang WO-nya manggil, seperti tadi, kan?”
Kiya mengangguk, kemudian beranjak menghampiri pendingin ruangan portable yang berada di sudut ruang. Kendati ada kelegaan tersendiri setelah sah menjadi istri Gilang, tetapi ada rasa khawatir yang tidak bisa hilang begitu saja di dalam hati Kiya.