Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memoar Rasa

Memoar Rasa

-Max Helgaar (Kaki Melangkah, Hati Gelisah, Pikiran Berharap Indah, Tangan Menengadah) Aku menunggu di depan gerbang kedatangan. Aku memperhatikan satu-persatu orang yang keluar dari gerbang tersebut. Namun sekitar 5 menit menunggu, aku tidak bisa menemukan Bunga. Dan aku tidak menemukan ia diantara banyaknya orang yang datang. Namun tidak lama setelah itu.... ADA YANG MENUTUP MATAKU! AKU PANIK! TANGANKU SUDAH MENGEPAL KERAS! NAMUN ALANGKAH TERKEJUTNYA....
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
DIKHIANATI IBU SAMBUNGKU DAN CALON SUAMIKU

DIKHIANATI IBU SAMBUNGKU DAN CALON SUAMIKU

Kita tunggu part selanjutnya Bersambung
1081.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
My Teacher My Husband

My Teacher My Husband

Bisikku " Aapa? kamu bilang apa tadi? " " Hah? saya bilang apa tadi? kayaknya ngga ada deh pak " ' Pak Dimas denger ya omonganku tadi? masa sih? kan aku bilangnya pelan-pelan, seharusnya ngga kedengeran dong ' " Ada kok.. pendengaran saya masih bagus banget.. kamu tadi bilang kangen ya sama saya? " " A-apa? Kkayaknya bapak salah denger deh, saya ngga bilang apa-apa kok "
834 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Mengejar Impian

Mengejar Impian

Sambil nada memohon mohon "Hmm.. Selalu saja terlambat, upacara sudah mau dimulai, sebentar, bapak mau ijin dulu ke bu susi ya" Jawab pak Iing, satpam yang sangat disiplin dan killer di sekolah SMK Swasta tsb.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

“Menunggu apa, Ayah?” Baron terdiam sejenak, wajahnya mengeras. “Menunggu Kevin. Atau… mungkin menunggu kita menyerah, agar Paviliun Vasper jatuh tanpa perlawanan.” Belum sempat Clara merespons, suara ketukan logam menggema dari luar gerbang utama. Bukan ketukan sopan—melainkan dentuman keras seperti palu baja menghantam. DUM!
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Kamu Akan Miskin, Mas!

Kamu Akan Miskin, Mas!

Aku menghela napas pelan, agak pusing melihat Kafka yang sejak tadi muter-muter tidak jelas. "Coba telepon, Mbak." "Telepon siapa? Mbak gak punya nomor Bu Sari." "Mama atau Papa gitu. Panas banget di sini. Pengen tidur aja." Aku mendengkus melihat Kafka yang uring-urungan. Namun, ketika hampir menghubungi, rombongan datang. Aku menghela napas lega. Akhirnya datang juga. "Udah nungguin lama, ya? Maaf Ibu harusnya gak buat kalian nunggu lama."
8.5241.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Setiap murid Ki Selo Gantung diberi senjata kipas, tapi berbeda ukuran, bentuk dan warnanya. Sebab kami memang dari Perguruan Kipas Bumi. Jurus-jurus memainkan senjata kipas sangat dikuasai oleh para murid Perguruan Kipas Bumi." Pendekar Kera Sakti manggut-manggut sambil menggumam pelan. Tapi sebelum ia mengajukan tanya lagi, tiba-tiba langkahnya terhenti dan tangannya cepat mencekal lengan Teratai Kipas. "Ada apa?" bisik Teratai Kipas. "Aku mendengar detak jantung orang lain di sekitar sini." "Mungkin detak jantungku?"
1028.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Rahasia Ayah Anakku

Rahasia Ayah Anakku

Kania menjelang air, sambil menunggu air mendidih Kania bersandar di meja dapur lalu bersedekap sambil memijat pelipisnya. Dia kebingungan! "Apa yang membuatmu resah?" Suara dalam Nick membuyarkan lamunan Kania. Seketika Kania berdiri tegak dan berbalik menghadap ke arah pintu dapur. Dilihatnya Nick sedang bersandar sambil mengamatinya. "A-aku...menunggu airnya mendidih." Nick berjalan mendekati Kania. "Menunggu air mendidih tidak akan membuatmu pusing kan? Jadi katakan ada apa sebenarnya Kania? Kenapa kau mengajak aku ke sini?"
9.822.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta Sang Mafia dengan Aktivis Kampus

Belenggu Cinta Sang Mafia dengan Aktivis Kampus

Tanpa menunggu waktu lama nomor ponsel tanpa nama sudah tersimpan di memori ponselnya. Tap... tap.... tap..... suara langkah kaki Zeni terdengar di area tunggu penumpang kereta. Dia mencari kursi yang kosong untuk ditempati. "Pemberangkatan kereta masih Lima belas menit lagi," gumam Zeni dengan melihat jam dilayar ponselnya. Dia merasakan tenggorokan haus, segera dia menuju mini market yang tempatnya tak jauh dari tempat duduknya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

Untungnya masih banyak waktu yang tersisa sebelum keberangkatan yang tertulis di tiket. Tanpa harus menunggu lama, Keenan dan Nathan langsung bergegas menuju keberangkatan internasional. Melalui beberapa tahap pemeriksaan sebelum akhirnya sampai di ruang tunggu. Ada banyak turis yang hendak bepergian juga. Bahkan, terlihat ada rombongan anak-anak SMP juga sedang menunggu yang didampingi guru mereka. Tinggal tersisa setengah jam lagi sebelum pesawat lepas landas. “Lo punya rencana apa, Nat?” tanya Keenan sembari menunggu pengumuman terkait pesawat yang ditumpanginya.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status