Wanita Lain Di Hati Suamiku
Dia selalu seperti itu setiap datang ke rumah kami, duduk di bawah sementara di kursi ada orang yang lebih tua, padahal ami dan abi sudah menyuruhnya untuk duduk di atas, ia selalu menolak.
“Ya Allah Dik Farrah, ini beneran to? Ndak mimpi?” Ami begitu antusias, senyum merekah dari kedua wanita yang sangat kusayangi itu.
“Loh ya beneran to, Mbak. Lha wong ini udah direncanain ana sama Kang Husein lama.” Abah ikut menimpali.
Persahabatan mereka memang terjalin sejak dulu. Abah dan abi teman dekat, sama-sama mendirikan pesantren milik abah saat mereka muda, tetapi sekarang abi memilih mengurus Aliyah yang ia dirikan sendiri.
Chapitres populaires