Ahli Waris
“Kanjeng Raden Agus itu temanku. Dia itu sangat gagah lo. Kaya lagi. Baik, dan keturunan bangsawan. Jadi, kamu jangan meremehkan dia. Dia itu laki-laki yang cerdas dan mencintai istrinya.”
Mereka kembali saling menolehkan pandangan. Aku merasa lega saat bus akan berhenti di sebuah perhentian tempat rekreasi yang sangat indah bernama air mata sumber. Pasti airnya sangat jernih. Tidak sabar aku dan Cinta untuk menuju ke sana untuk menikmati pemandangan alamnya yang pasti sangat indah.
Bus berhenti, semakin membuatku lega. “Ganteng, jangan ragu menghubungiku, ya,” ucap Guru itu memberikan kartu nama dan mengedipkan salah satu mata ke arahku.
Hot Chapters