Balada Asmara Biduan Dangdut
“Entahlah, Sayang, tapi yang jelas di Ibu Kota semuanya bisa terjadi. Hal yang rasanya tidak mungkin bisa menjadi mungkin, dan juga sebaliknya. Kehidupan di sana keras dan menganut hukum rimba. Siapa yang kuat, maka dialah penguasa. Siapa yang kaya, maka dialah pemegang segalanya.”
Aisyah memelukku segera. Perutnya yang sedang hamil besar sampai bisa kurasakan menyentuh badanku. “Aku bersyukur akhirnya kamu memilih pulang waktu itu, Mas. Karena kalau tidak, mungkin sekarang kamu juga berada di posisi mereka, di tengah hutan rimba itu.”
“Hahahaa. Semua ini karena cinta, kan?”
“Cinta aku?”