Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Budak Hasrat

Budak Hasrat

Aku bertanya mendekat karena suara deru ombak yang lumayan keras. "Kenapa dari tadi kamu berbicara tentang kematian?" "Bukankah malam ini tuan akan membunuh saya?" "Benar, aku akan membunuhmu bila banyak biacara terus-terusan!" Dia tersenyum lagi, sangat berbeda dari malam itu kali ini tuan Marcell sangat sering tersenyum. Wajahnya yang tampan semakin membuatku terpana ditambah senyum indahnya itu. Ah, apakah mungkin aku menyukai seorang yang begitu jahat ini. "Kenapa menatapku begitu?"
1014.2K viewsOn holdAdded to Library 396 Times as klaus baudelaire
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

"Setiap hari hanyalah abu. Aku bangun, aku membunuh, aku menaklukkan, lalu aku tidur di atas takhta dingin menunggu pembunuh bayaran berikutnya. Tidak ada warna dan tidak ada rasa. Aku adalah Kaisar Kehancuran yang sempurna sesuai naskahmu, kan? Tapi aku kosong. Aku mati di dalam, jauh sebelum pedang pahlawan menembus jantungku." Aurelia terdiam dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Ia ingat deskripsi itu karena ia yang menulisnya, yakni menulis Xaverius sebagai karakter yang tidak memiliki hati dan hanya menjadi mesin pembunuh yang ditakdirkan mati tragis. Xaverius kembali membawa Aurelia berdansa dengan langkah yang kini lebih tegas serta lebih intens.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 27 Times as klaus baudelaire
Read
+Library
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Iya, ke arah pembaca yang masih terus saja menunggu akhir kisah ini. "Kalian masih baca sampai bagian ini?" "Iya, Rahman," jawab author. "Kalau gitu endingnya sampai di sini dulu, ya. Terima kasih telah menyaksikan kisah kami berdua." Kututup pintu kamar dengan pelan. Lalu kudekati Riska yang masih cantik di usia senjanya. "Sayang Mama," ucapku. "Sayang Papa," balasnya.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 270 Times as klaus baudelaire
Read
+Library
Monsieur OH

Monsieur OH

Akhirnya kau menyadari semuanya anak ku Suara itu muncul lagi dan wujud dari suara itu tetap tak terlihat, tapi aku tak mempertanyakannya lagi. Sumber suara itu sudah pasti adalah Dewa yang dipuja oleh kuil suci Charlemagnel. Aku lalu bertanya apakah kehidupan ku sebagai Kim Taevin adalah harga yang harus ku bayar agar bisa menyelamatkan kerajaan Graftan? Sayangnya bukan. Kim Taevin adalah kehidupan terakhir yang telah kau jalani di bumi dari sekian banyak kehidupan yang telah kau lalui.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as klaus baudelaire
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status