Godaan Ibu Kos Cantik
Marco ternganga lebar, Jacob bersiul takjub dan Priya menutup mulutnya tak percaya.
“Bro, are you even … a human?” (Bro, kamu beneran manusia?) celetuk Marco, ekspresinya menunjukkan kekaguman total.
Dimas mengambil cangkir kopi, menyesapnya perlahan. Sebelah sudut bibirnya naik, campuran lega dan syukur karena dia bisa membantu timnya.
“Depends on what code I’m running.” (tergantung kode apa yang kujalankan). Jawab Dimas tenang. Rekannya yang lain tertawa dengan gelengan kepala.