BENIH 2 MILIAR
Entah sampai kapan aku akan terus menyangkal, bahwa dia juga salah satu jenis lelaki yang kubenci, tapi sayangnya tak bisa kuhindari.
"Ada tambahan lain, Pak?" Pertanyaan dari Mbak Kasir menarik lamunanku kembali pada kenyataan yang entah seperti apa akhirnya.
"Su--"
"Kondomnya satu, Mbak," potongku seraya menatap Khalid. "Mau yang stroberry atau blueberry, Sayang?"
"Nindi!" Dia meremas jemariku.
"Oh, nggak usah katanya, Mbak. Suami saya lebih suka KB yang alami."
Hot Chapters