Hari-Hari Memanjakan Mertua
"Ya, bagaimana lagi, Pa..."
"Pilih salah satu, Rama! Jangan maruk!" sela Tansri tegas, membuat Rama bungkam seketika.
"Loh, Papa?"
"Apa?"
"Ibu tiriku dan anak tiri Papa... dua-duanya Papa ambil juga, kan? Sama saja itu anak dan ibu!" balas Rama tak mau kalah.
Tansri melotot, lidahnya mendadak kelu. Ayah dan anak yang baru bertemu kembali setelah bertahun-tahun ini kini saling bersitegang, saling mengunci dengan argumen masing-masing.