Satu Atap Dengan Gundik Ayahku
jemariku bergetar membaca balasannya, dengan amarah yang memuncak aku kembali mengetik balasan.
[Bangun kampr*t ga usah mimpi, atau mau gua tabok pipi lo yang bulat kaya bakso beranak itu hah? denger! Ayah gue ga sebodoh itu keles, lo berdua ga bakalan bisa menguasai semua hartanya, mendingan lo berdua pulang kampung gih, atau cari Om-Om kaya yang lain, nyokap lo 'kan lon*e, modal sel*ngk*ngan aja udah bisa gaet suami orang] di belakangnya kububuhi emoticon ngakak dengan banyak.
[Awas ya gue screenshot pesan lo ini dan gua kirim ke Ayah, biar lo mampus]
Hot Chapters