Setelah Istriku Memilih Pergi
tanya Raka yang lekas diangguki oleh Sarah.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat tujuan. Raka menghentikan laju kendaraannya di sebuah kontrakan sederhana yang terletak di gang sempit kawasan kota Jakarta. Dindingnya terbuat dari bata merah dengan cat krem yang mulai memudar, sementara atapnya masih terbuat dari seng. Gang ini hanya cukup untuk satu motor lewat, dengan deretan rumah kontrakan yang berdempetan. Lampu jalan yang remang menjadi penerangan di sana.
“Makasih ya, Mas,” ucap Sarah yang buru-buru melepas sabuk pengamannya. Raka hendak turun, tetapi gadis itu langsung menggeleng cepat. “Aku aja yang ambil kopernya, Mas.”