AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN
Aku tak tahu apa yang akan diperbuat.
"Dek, kamu itu masih muda. Cantik. Hanya saja tidak terawat. Maaf kalau Tacik bicara dengan jujur," ujarnya tiba-tiba. Membuatku malu.
"Nggak papa, Cik. Saya memang sibuk kerja. Maklum orang susah, Cik. Jangankan untuk beli bedak, makan pun dulu masih kekurangan," tuturku jujur. Raut wajah Tacik seketika berubah. Aku segera mengulum senyum agar tak membuatnya merasa bersalah telah menyinggung.