Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

“Kamu tahu tempat tinggal di sekitar sini? Setidaknya rumah sewa untuk dua orang. Kalau bisa kos-kosan saja.” “Ada! Ayo ikut aku. Kebetulan aku kenal seseorang yang punya kontrakan. Nggak terlalu besar, tapi cukup lah buat kalian berdua. Bentuknya kayak kos-kosan juga. Namanya Kontrakan 100 Pintu.” kata Ramona “Gila… kontrakan 100 pintu? Rumah berjajar dong? Hahahahha.... "
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku

Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku

Sella yang penuh niat busuk itu muncul di depan pintu rumahku bersama pacarnya. Aku berkata, “Kamarnya ada di lantai dua.” Sella mulai berakting menjadi wanita lemah yang tak berdaya. Dengan wajah memelas, dia berkata padaku, “Lantai dua, ya? Lihat, barangku sebanyak ini, ada selimut dan bantal juga. Boleh nggak pacarku masuk sebentar untuk angkut ke atas? Dia akan langsung pergi setelah itu, nggak akan berlama-lama.”
3.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 132 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
(BUKAN) Duda Biasa

(BUKAN) Duda Biasa

Ia akan berjalan untuk bisa sampai ke jalan depan mencari angkot yang bisa mengantarkannya kemana saja untuk berlindung malam ini. “Neng, angkot neng?” supir angkot meneriakinya yang sedang berjalan lunglai dipinggir jalan. Alma sedikit membungkuk untuk bisa berkomunikasi dengan supir angkit, “Bang, tau alamat kontrakan gak area sini?” “Kos-kosan, neng?” “Iya, boleh deh.” “Tau, yuk naik.” Alma dengan kesusahan menaikkan koper ke dalam angkot. Ia duduk berdempetan dengan beberapa ibu-ibu yang membawa belanjaan banyak.
47.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 196 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Dan ia tidak meninggalkan alamat apa pun. Ardi tahu, Anggi ingin menghilang dari hidupnya. Dan untuk pertama kalinya… ia takut kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Anggi berdiri di depan kontrakan kecil yang baru ia sewa. Tidak besar, tidak mewah, tapi cukup untuk memulainya dari awal. Pintu kayu itu berderit saat ia buka, memperlihatkan ruangan mungil yang masih kosong. Tapi bagi Anggi, ini jauh lebih damai daripada rumah mana pun yang pernah ia tinggali.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Kontrak Sang Pengantin

Kontrak Sang Pengantin

"Kak, aku pinjam jaket dulu buat suamiku, ya. Tadi aku buru-buru, Mas Bara cuma pakai kemeja." "Iya," jawab Riko, "Aku tunggu di depan rumah." "Kakak mau bawa mobil sendiri?" tanya Anisa. "Aku ikut kamu aja biar nanti gantian nyetirnya," kata Riko. "Oke, Kak," jawab Anisa. Sementara itu, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota, Gara berdiri di depan sebuah rumah yang baru selesai dibangun. Senyum merekah di wajahnya saat ia menatap bangunan impian Jennie.
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 77 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Ku Bayar Derita Ibuku sebagai Menantu

Ku Bayar Derita Ibuku sebagai Menantu

“Biarlah mereka mengatakan suka hati mereka,biar mereka senang.” Andini menarik napas panjang, untuk menetralkan emosinya. Mereka pun pergi meninggalkan lokasi. Bu Rodhiah dan Hera menghampiri Pak Sarman yang sedang merokok. “Ini mau dibuat kontrakan ya Pak?” tanya Bu Rodhiah. “Iya Bu,” jawab Pak Sarman. “Saya Bu Rodhiah Pak. Adik dari pemilik kontrakan ini. Ini kontrakannya Pak Ritno kan?” ucap Bu Rodhiah.
104.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Jebakan Kontrak Pria Kaya Raya

Jebakan Kontrak Pria Kaya Raya

Mungkin karna kalau diperhatikan dia lumayan tampan. Rambutnya hitam pendek, cukup rapih. Wajahnya juga bersih, matanya hitam gelap khas Asia. Penampilannya pun cukup rapih dengan setelan kemeja kasual berwarna putih tulang. "Ya, tadi kan kamu memang bilang sedang ada janji temu dengan temanmu. Yang kumaksud bukan itu. Apa rencanamu selanjutnya setelah melanggar kontrak yang sudah kamu sepakati dengan ibuku?"
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

pintanya menghiba. Alih-alih merasa iba, wanita berdandan menor itu menatap Anita dengan sorot mengejek. "Bukan urusan saya. Emang saya dinas sosial? Saya udah capek makan janji kalian terus. Emang janji bisa diduitin?" "Buk, tolonglah ... saya lagi hamil besar. Setidaknya biarkan kami tinggal semalam lagi." Pemilik kontrakan mengibaskan tangan di depan wajahnya. "Enggak ada! Pokoknya malam ini juga angkat kaki dari sini."
1062.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
SESAL ( Nikah Terpaksa )

SESAL ( Nikah Terpaksa )

Tidak banyak orang yang kami undang, keluarga, tetangga dan hanya kawan dekat saja. Perlengkapan kamar juga tidak semahal yang pernah aku lihat, semuanya biasa-biasa saja dengan harga yang sesuai dengan barang yang biasa. Tidak ada aku tuntut dia untuk memberikan barang yang mewah dan mahal. "Terus ini gimana, Mas? Kontrakan belum juga kamu dapat, atau tidak ada uang untuk bayar di depan?" Curigaku padanya. Sepanjang mata memandang, begitu banyak rumah yang di kontrakan, bahkan tertera tulisan rumah yang dikontrakkan itu dengan huruf yang besar. Dari jauh juga sudah kelihatan.
4.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 159 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

ucap Ameli sambil memegang tangan Bu Mila. "Sedang cari kontrakan, Kak?" tanya Pak Eko, nama sopir taksi yang tanpa sengaja mendengar apa yang dikatakan Ameli kepada mamanya. "Ah, iya, Pak! Benar. Apa Bapak tahu kontrakan yang murah daerah sini sebelah mana?" respon Ameli dengan cepat. "Ada, Kak. Di daerah Kanyar. Kalau Kakak mau bisa saya antarkan ke sana," jawab Pak Eko.
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang kontrakan angker
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status