PLAYER
“Nih ya, kalo mau tidur, diusap-usap sendiri keningnya, bilang gini, ‘Problems, go away!’ Bisa kan?”
“Astaga, Vin. Aku bukan bocah.”
Seutas senyum membingkai bibir Ervin. Ia tidak benar-benar menurunkan tangannya, hanya menggesernya ke pipi, kemudian bergeser lagi ke dagu Arla. “I’m not sure I can handle this anymore, La.”
Dan anak tangga selebar satu setengah meter itu menjadi saksi bisu pertama kalinya Ervin kehilangan kontrol di depan Arla, dengan menautkan bibirnya ke bibir wanita itu.
Hot Chapters