ISTRI 365 HARI
Kara menundukkan kepalanya sambil menatap jemari kakinya yang pucat.
"Tas nya gimana ya Gas," tukas Kara bingung. "Memangnya berapa harganya?" tanya Bagas. Kara menggigit bibir, "Tujuh puluh juta," jawab Kara lirih. Ia bisa melihat wajah Bagas yang cukup terkejut, tapi hanya sepersekian detik saja. "Ya udah udah terlanjur, next time kita mesti lebih hemat, kita berdua masih jobless Kar, kita harus punya tabungan, khususnya buat melahirkan nanti," ujar Bagas berusaha tidak terdengar sedang menghakimi.