Cinta yang Tak Bisa Kembali
"Aku sudah suruh orang mematahkan lengannya, tapi dia masih bisa menarik pergelangan kakiku. Waktu itu aku jadi penasaran, sekeras apa sih tulangnya itu? Jadi, kubawa dia kembali dan gunakan semua alat penyiksaan di sini satu per satu padanya. Dia malah masih nasihati aku untuk menyerahkan diri. Hehe ...."
Clarisa mengepalkan tangan dengan erat. Saat ini, dia sangat paham mengapa Revan bisa kehilangan kendali. Kalau bukan karena memikul tanggung jawab pada seragam yang dikenakannya ini, Clarisa ingin sekali menghajarnya habis-habisan.
Setelah semua proses pembersihan selesai, dua tahun pun telah berlalu sejak Clarisa meninggalkan tempat itu. Kini, Clarisa kembali melangkah di tanah Kota Zamr