Bayang Pedang Cahaya Bulan
Itu keheningan sebelum badai, keheningan sebelum petir, keheningan sesuatu yang sudah dipersiapkan terlalu matang untuk bisa dihentikan.
Matanya beralih ke rak kayu di sudut ruangan, tempat pedang latihannya bersandar sejak tujuh hari lalu, sejak dokter sekte melarangnya berlatih karena lengannya belum pulih. Pedang itu sederhana, tanpa ukiran, tanpa nama, jauh dari senjata-senjata legendaris yang sering diceritakan dalam kisah dunia persilatan. Dia teringat hari pertama memegangnya, hari Nenek Yue mengajarinya cara berdiri sebelum mengajarinya cara menyerang.
"Kaki dulu, baru tangan," kata Nenek Yue waktu itu. "Karena orang yang tidak bisa berdiri dengan benar tidak akan pernah bisa bertah