Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya
Tepat di atas langit Jakarta, awan hitam tebal perlahan bergerak menutupi lingkaran bulan, menyisakan kegelapan pekat yang mencekam.
Satria berdiri tegak di tepi kolam, hanya mengenakan celana panjang hitam tanpa alas kaki. Di bawah temaram lampu taman yang mendadak meredup, sosok Ki Brojo Pemungkas melangkah keluar dari balik bayangan tanaman hias. Dukun tingkat tinggi itu mengenakan jubah hitam legam dengan untaian kalung dari tulang hewan liar di lehernya. Tangannya menggenggam sebuah keris luk tiga belas ber-warangka kayu cendana kering yang terus-menerus memancarkan hawa dingin kelabu.