Perawan 200 Juta
lanjutku.
Kenzi mencubit pelan ujung hidungku.
"Sakit," ucapku manja.
"Ini bukan mimpi sayang, semua nyata, senyata rasa cintaku padamu," ucapnya kemudian.
"Sejak kapan rasa itu hadir?" tanyaku padanya. Kenzi menggelengkan kepala.
"Entahlah, tapi sejak awal kita bertemu, ada rasa lain yang menelusup, mencoba mengetuk namun hati seolah menutup tak ingin mengakui," lanjutnya.
الفصول الرائجة