OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU
"Doa dulu."
"Iya, Bund. Kayak ingetin anak-anak aja," ucap Mas Bima. Aku tertawa, sudah terbiasa mengatakannya sebelum anak-anak makan.
"Apaan Bund, belum." Aku menggigit bibir, ada yang bergetar di dalam dada ini. Gelenyar rasa yang menyapa, seolah membawa aku mundur jauh kebelakang saat umur belasan. Jatuh cinta, yah itu yang kini mulai kurasakan. Sebuah rasa yang mulai hadir, menggelitik sisi terdalam sebuah hati.