Gerbang Neraka: Desa Terakhir
Elang dibopong Darma, sementara yang lain membawa peralatan perlindungan: jimat, garam suci, dan api merah dari lilin gereja tua.
Kuburan itu sunyi. Tak ada suara burung malam, tak ada suara angin. Hanya batu-batu nisan berlumut dengan nama-nama yang sudah tak terbaca. Di tengahnya, ada batu besar berbentuk melingkar, seperti portal batu.
Raka berdiri di depan batu itu, dan tanpa sadar menyentuhnya.
Tiba-tiba, tanah di bawah mereka berguncang. Batu itu bergeser perlahan, membuka lorong menurun ke bawah tanah, dipenuhi bau darah tua dan kemenyan busuk.
Hot Chapters