Pura-Pura Buta
ucapku meninggalkan Mbok Yem yang masih terlihat bingung.
Sampai di kamar, kubuka tirai di depan jendela yang menghadap ke depan. Mengintip ke bawah. Mas Heru masih terlihat, dia terduduk di depan pagar. Lelaki yang dulu berpenampilan necis dengan setelan jas kerja setiap harinya, sekarang malah terlihat seperti seorang gembel yang dilarang masuk. Andai kamu tidak menyakitiku seperti ini Mas, mungkin aku masih bisa ….