My Luna
tanya Adriana tegas.
Ghina menghela napasnya, dia sendiri bingung dengan pria yang baru saja dia temui di perpustakaan tadi. Tapi, satu hal yang Ghina percayai: pria itu bukan lah manusia.
“Ngada-ngada banget, sih, kamu Ghin. Masa dia bukan manusia? Kamu sendiri lihat, ‘kan, kalau dia manusia? Coba inget baik-baik deh, matanya dua, hidungnya satu, mulutnya juga satu. Kakinya napak di tanah juga, dari sisi mana kamu bilang dia bukan manusia?” sangkal Adriana.
Sikat na Kabanata