Pendekar Tombak Matahari
Tanpa menunggu aba-aba, ia menelan sebutir pil berwarna ungu tua, lalu melemparkan botol itu ke arah Surya Yudha.
“Minum itu, Den! Pil Mustika Empedu Katak. Rasanya emang kayak pipis kuda dicampur sama bau kecoa, tapi itu satu-satunya cara supaya paru-paru kita nggak bolong-bolong kena hawa merah ini,” gerutu Gendon sambil bergidik hebat, menahan rasa mual yang menyodok pangkal tenggorokannya.