JANGAN HINA AKU MANDUL
ucapku sembari beringsut mengangkat pinggang yang sakit, sempat remuk di tendang pria jahat itu.
"Ayok sini, kamu makan obat dulu," desisnya membawaku bangun. Sigap Irfan memberiku obat dan segelas air.
"Makasih ya Fan, kamu udah jagain dan merawat aku disini?" desisku.
"Tak apa sayang, aku pasti jagain kamu dan ya? Apa masih ada yang sakit?" tanyanya.
"Aku belum bisa menggerakkan lengan sebelah kanan," desisku, Irfan coba mengenggam lengan.