Kafan Hitam
Melihat hal itu, ustaz Ahmad seketika maju dan bersiap memberikan serangan.
“Hentikan Ahmad!” perintah Kiai, “mereka bukan lawan.”
Mendengar hal itu, Ustaz Ahmad seketika berhenti, merenggangkan jarak dengan dua orang itu, kembali berdiri di samping Kiai.
“Kiai,” sapa Mbah Atim dan Mbah Jaja sembari membungkuk untuk memberi hormat.
“Kang Jaja, Kang Juned,” sahut Kiai, “tolong maafkan perilaku putra saya.”
Hot Chapters