Binti Raharjo
Ingatannya tak seberapa bagus.
“Lik, terima kasih! Matur nuwun!” Sambil menunduk, menguis lantai serambi masjid dengan kaki telanjangnya.
“Sudah, ndak apa-apa! Sepertinya kamu anak yang kuat ya, untung tidak pingsan, ada anak pingsan begitu melihat darah haid, berapa umurmu?”
“Empat belas tahun,” ujar Maziyah yang kini mengusap betisnya dengan satu kaki, bergantian, sepertinya penat berdiri, lalu bersandar di pilar serambi masjid. “Nanti bulan September!”
Bab Populer