Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?
"Selamat datang, sungguh-sungguh, di Tanah Kebahagiaan! Tanah impian, Tanah Cinta, tanah di mana kalian dapat bermain, menjelajah, dan bermimpi sepuasnya, tanpa pernah perlu melirik ke arah jarum jam di dunia kalian."
"S-s-siapa... kamu?" Lala akhirnya berhasil mengeluarkan suara, meski masih bergetar. Getarannya bukan hanya karena sisa ketakutan, tetapi lebih karena kekaguman yang sangat besar dan keterkejutan yang belum sepenuhnya reda. Di benaknya, dia sudah menduga bahwa ini adalah wujud lain dari apel melayang itu, tapi entah mengapa dia tetap menanyainya. Mungkin untuk memastikan, atau mungkin hanya karena otaknya masih mencoba memproses realitas yang terlalu ajaib ini.
Chapitres populaires