Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
balasku.
Ibu membisu. Tentu saja Ibu lebih memilih harta.
Aku melangkah pergi meninggalkan Ibu. Dengan wajah sedikit menengadah, menahan air mata yang bertumpuk di mata. Lantas, aku mengembuskan napas.
"Aku duluan ya, Sinar." Fina melambaikan tangannya, dia dijemput oleh seseorang. Mungkin saudara atau pacar.
"Ya." Aku juga melambaikan tangan sebentar. Berjalan menyusuri trotoar, memandang rumah-rumah besar yang berderet.