Ada sesuatu dalam lirik 'Can I Be Him' yang selalu bikin dada sesak: di telingaku itu adalah orang yang melihat perempuan yang ia cinta berjalan bersama pria lain, lalu bertanya pada dirinya sendiri apakah dia bisa menjadi pria itu.
Aku ngerasa banyak penggemar nangkepnya sebagai lagu tentang kecemburuan dan penyesalan—bukan cemburu kasar, tapi cemburu lembut yang muncul karena melihat kebahagiaan orang yang kita sayang ada di tangan orang lain. Naratornya seolah bilang, "Kalau aku yang jadi dia, aku akan lebih mengerti, lebih setia, lebih bisa membuatnya merasa aman." Di beberapa penafsiran, itu juga soal kerinduan akan kesempatan kedua: berharap bisa mengulang pilihan yang berbeda.
Kalau denger lagu ini tengah malam sambil merenung, aku sering kebayang adegan-adegan sederhana—sms yang gak dibalas, tatapan yang tertukar, momen-momen kecil yang kalau dirangkai jadi penyesalan besar. Itu menyakitkan tapi juga jujur, dan mungkin itulah alasan kenapa banyak orang merasa terhubung sama lagunya.