Lembaran Baru Kisahku
“Aku tidak mau, dan juga tidak akan pernah memaafkanmu.”
Kalau bukan karena Omar, seharusnya aku sudah memiliki seorang putri kecil yang manis. Raut wajah Omar tampak terluka. Tangannya mencengkeram ujung bajuku erat-erat, seolah takut aku akan pergi.
“Vera, aku juga sangat sedih kehilangan anak kita. Tapi kita masih muda, nanti kita masih bisa punya anak lagi.”
“Jangan bersikap kekanak-kanakan, ikut aku pulang, ya .…”