Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
Di meja sudah tersedia makanan dan minuman.
"Mbak Sinar, aku duduk di sini." Dewa duduk di sebelah Pak Atma.
"Maaf kami terlambat," ucapku.
"Aku yang datang lebih cepat, Sinar," balas Pak Atma.
"Ini Bude saya, Pak. Namanya Haryani, biasa dipanggil Yani." Aku memperkenalkan Bude Yani.
"Mari silakan duduk," pinta Pak Atma, ramah.