Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

Umar dan Alex hanya diam melihat Lia yang begitu berduka " Sabar ya mbak, , kita doakan semoga Brata kembali sadar dan sehat." Umar kelihatan sedih. "Mas Brata harus sehat. Aku gak bisa kehilangan dia" Lia semakin sedih. "Iya mbak,..kita berdoa ya" Alex juga memberikan kekuatan. "Jangan tinggalkan aku mas, aku gak bisa hidup tanpa kamu" Lia sesunggukan
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Namun kali ini, yang dia dapat bukanlah pelukan ataupun penghiburan. Yang dia dapat hanyalah tamparan keras tanpa belas kasihan. “Penny, kamu minta maaf bukan karena sadar kesalahan, tapi karena takut kehilangan segalanya, takut kami nggak bakal melindungimu lagi.” “Kamu bisa saja hidup nyaman seumur hidup, tapi kamu malah tega menyakiti adikku.” “Kesalahan ini, nggak akan bersih hanya dengan berlutut seperti ini.”
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar matahari masuk dan menyinari tubuh tak bernyawa itu. Udara dipenuhi oleh bau busuk yang sulit digambarkan, begitu menyengat hingga membuat orang sesak. Kulitku sudah berwarna hijau keabu-abuan yang tampak tidak sehat, membengkak sampai sulit dikenali bentuk aslinya. Jaringan otot di sekitar lukaku telah terurai menjadi cairan nanah yang kental.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

A'millaga timstal Illi tsirrit willi ta'bit willi Rabbit willi syalit hamli khibal A'millaha timstal Illi thibbit qolbaha fuqil hayal A'millaga timstal Illi tsirrit willi ta'bit willi Rabbit willi syalit hamli khibal Ummi Tsumma ummil haddi akhir yaumta' umri Habbi min awwil haya tiwham muhammi Illi kattar hafi dammi wa'aishfi Ummi Tsumma ummil haddi akhir yaumfa'umri Hubbi min awwil haya tiwhammuhammi Illi kattar khoir hadab Khoir hafi dammi wa'aishfi Ba'dillamaltih A'mili yaumfilli washoltinillih Ba'dillamaltih
9.4121.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Akhirnya, aku hanya bisa berkata, "Sebaiknya kamu pulang, aku harus pergi kerja." Jelas bukan itu yang ingin didengarnya. Dia bangkit dari kursi dan memegang tanganku, berkata dengan sedikit emosional, "Kak Sandy, aku cuma tertipu. Maafkan aku, ya? Aku hanya khilaf, sekarang aku sadar semua salahku. Semua yang kamu lakukan untukku, aku sudah tahu, dan aku sangat menyesal baru sekarang aku tahu kebaikanmu."
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Levitasi

Levitasi

Ia berwarna hijau kehitaman dan berbau mirip belerang. “Tenanglah, Aludra. Biarkan ia mengatasi rasa sakitnya sendiri.” ~
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

dinar mulai berfikir keras dan merasa sangat sedih, lama dia memandangi sekitar situ dan tidak ada yang ditemuinya, dinar merasa sedih, karena sudah lama merindukan lunar tapi dia tidak ada disini, begitu marahkah dia sampai tidak mau menemuiku lagi. "maafkan aku lunar, aku minta maaf...aku tidak menemuimu karena ada masalah besar beberapa hari terakhir, aku harap kamu mengerti dan mau memaafkanku lunar" ucap dinar sambil tertunduk lesu,
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai lamentar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status