Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tangisku

Tangisku

Ku berteriak sekencang mungkin di tepi pantai. Sampai petang aku mencarinya sendiri di tepi pantai ya sekitar jam 7 malam aku tetap menangis tak berdaya dan akhirnya aku menelfon sahabatku. "Tolong jemput aku di pantai tadi aku nyari gelang yang hilang sampai jam segini belum ketemu" "Eh gelangnya warna apa?" "Warnanya merah maroon sedikit ungu" "Tadi aku nemuin di pinggir pantai terus aku bawa pulang"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Mereka berjalan bersisian menuju anjungan. “Ulin juga nih?” Nayara menjejakkan kaki di dasar anjungan. Manggala terkekeh. “Sisa bikin bale-bale. Kan beli pakai kubik. Cuma cukup buat tiang lantai dan pagar sama beberapa lembar untuk lantai. Tapi kalau ada remahan ulin aku mau deh beli lagi.” “Remahan? Dikata rengginang.”
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 849 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Aku mencari pinjaman ikat pinggang dan mendapatkannya dari teman sekelas Dito, yang aku sendiri lupa namanya siapa. Grup paduan suara diwajibkan menjadi choir pada setiap upacara bendera di hari Senin, aku satu grup dengan Irine, dia berdiri tepat di depanku, grup ini terdiri dari 15 orang, dibagi menjadi 3 barisan, jadi 5 orang setiap baris. Upacara dimulai, petugas sudah melaksanakan tugasnya masing-masinh dengan apik, begitu juga dengan grup paduan suara kami, yang memberikan energi dan kekompakan paling baik yang pernah ada. Sekarang, pasukan pengibar bendera berjalan dengan rapih menuju tiang bendera, kami bersiap menyanyikan lagu "Indonesia Raya", aku menarik nafas dalam-dalam, mataku
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Ayah Firza
Akhirnya nyasar ke tempat ini,,, Kisah yg sungguh mengobrak ngabrikan hati, meluluhlantahkan perasaan.... Sungguh sampai terhanyut ke dalam kisahnya, melupakan dunia nyata walaupun hanya hitungan hari... Ada senyum yg tersinggung dan air mata yg mengalir dengan sendirinya karena ternyahut di dlmnya.
Nuzulia Dilla
Suka banget sama novelnya. Lala yang mengira kl ayahnya yang kirim uang. Ternyata itu uang nyasar dari Gleen. Parahnya si Gleen pikir kl Lala gadis miskin. Padahal kan anak orang kaya. Belum tau aja sekaya apa si Lala ini. Ati2 ntar kamu bucin Gleen.... Lala tolong jangan gampang goyah sama Gleen...
Baca Semua Ulasan
Gelang Langit

Gelang Langit

Masing-masing lorong berbeda warna: Kiri: lorong hijau tua, dengan dinding penuh akar menjalar. Tengah: lorong coklat gelap dengan lantai pecah-pecah dan suara tanah berderak. Kanan: lorong berwarna merah tanah, dengan hawa panas dan embusan lembab. Di dinding di atas masing-masing lorong tertulis simbol: “Ragu” “Ambisi” “Kehilangan
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Dan hal itu terbaca oleh Bara Sena yang tersenyum melihatnya. "Kau sepertinya tengah bingung Yao Ling. Apa sekarang kau akan menyerah? Tiga Naga Es ku ini tidak kalah dengan belut merah milikmu," kata Bara membuat kedua mata Ling Pa melotot marah disebut sebagai belut merah. Tapi Yao Ling justru tertawa mendengarnya membuat Ling Pa semakin kesal.
8.961.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Pengantin Kedua Janardana

Pengantin Kedua Janardana

Arkhan : Tambahin dikit, cabe merah. Luthfan : Kencur. Sanusi : Jahe. Zafran : Lengkuas. Johan : Buncis. Farzan : Kacang panjang. Valerio : Toge. Enver : Kecipir. Joshua : Baby corn. Sebastian : Wortel imut. Kedrick : Timun mungil. Nandito : Terong kecil. Jevera : Yang ungu, atau yang bulat-bulat?
8.58.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

tebak Langit memberikan alternatif. "Baiklah, ide yang bagus," jawab Melody tersenyum. Langit kembali melajukan mobilnya, berputar dan mencari penjual jagung bakar. Lelaki itu sudah menemukan penjual jagung bakar yang sering menjadi langganan ketika berada di sini, dan keduanya tampak santai menunggu di Abang bakar jagung. "Kenapa nggak memberitahuku sejak awal kalau kamu Lang-lang?" tanya Melody yang tidak menyangka kalau Langit adalah Lang-lang.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai langan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status