Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
(Bukan) Istri Pilihan Sang Pewaris Lumpuh

(Bukan) Istri Pilihan Sang Pewaris Lumpuh

"Tuan! Nona! Tunggu! Hati hati jangan lari!" Seperti itulah kalimat yang mengiringi setiap langkah anak kembar itu. Sampai akhirnya berhenti di taman bunga tulip yang terawat di sana. "Let's making a buket buat Oma," ucap Gala memulai menarik bunga tulip dari sana. Para pengasuhnya sudah memperingatkan, tapi tidak ada yang bisa menghentikan Gala. Mereka menyusunnya sedemikian rupa untuk
9.1139.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Wajahnya sedikit berubah, tapi dia segera menyembunyikannya dengan senyum biasa. “Nanti aku bantu buatkan.” Elara mulai menyusun bunga sesuai permintaan. Lili putih dan mawar merah. Tangan terampilnya sedikit gemetar, dia tahu cara membuat buket yang tidak mencolok, tapi penuh makna. “Meilin, buket udah selesai. Kurir bisa mengirimkannya,” panggil Elara setelah selesai mengikat tali dekoratif di bagian bawah buket.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Lanjut Rere menjelaskan. Pria itu mengangguk mengerti, tersenyum lebar merasa puas. “Oke, aku setuju dengan bunga krisan dan mawar.” “Tunggulah terlebih dulu, aku akan membuatkan buketnya untukmu.” Tidak membutuhkan waktu lama untuk Rere menyelesaikan pekerjaannya dengan tangannya yang sudah ahli membuat buket bunga itu. “Sudah selesai,” ujar Rere dengan puas.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Cupang Di Leher Suamiku

Cupang Di Leher Suamiku

Kinara kembali meletakkan buket bunga itu di atas lemarinya yang hampir penuh dengan buket bunga. "Haduh! sudah tidak muat, harus ditaruh di mana ya? sayang sekali jika harus dibuang, buket ini bagus." Kinara mencoba berpikir keras, hingga akhirnya dirinya menemukan sebuah ide. Kinara meletakkan beberapa buket bunga di setiap sudut tokonya. Membuat toko kue itu menjadi lebih indah dengan bunga-bunga. "Nah! begini kan lebih baik," ucap Kinara sembari berkacak pinggang memperhatikan tokonya yang dihiasi dengan bunga-bunga.
1025.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin

Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin

"Apa kita punya banyak pesanan hari ini?" "Lumayan, tadi ada orang yang pesan buket bunga untuk wisuda dadakan. Untung saja kita masih punya stok bunga." "Syukurlah kalau begitu." Bellia dengan cekatan membantu Dita. Menyiapkan kertas, memilih bunga, memotong tangkai, lalu mengikatnya menjadi satu dengan pita. "Bagaimana makan malammu dengan Bos Funiture itu?"
1027.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 806 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang Tuan Mafia

Terjerat Cinta Terlarang Tuan Mafia

Penjual itu lantas segera masuk ke dalam, lalu membungkus bunga-bunga itu yang ia jadikan sebuah buket dengan pita berwarna biru yang senada dengan warna bunga hydrangea tersebut. Roy berdiri dari tempat duduknya, menghampiri penjual bunga yang sedang mengikat pita pada buket yang akan dibelinya. “Sudah selesai dibungkus. Ini kartu ucapannya, Bapak bisa menulisnya di sini.” Wanita itu menyerahkan kartu kecil untuk ditulis oleh Roy. Roy menerima kartu itu dan menuliskan sebuah pesan di dalamnya. Setelahnya pria itu kembali memberikan kartu ucapan yang telah ia tulis pada wanita di hadapannya untuk diselipkan pada buket bunga tersebut.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Duda Biasa

Bukan Cinta Duda Biasa

ucap Sita sambil menepuk lembut pundak Samudera. “Iya, Tante.” Samudera berjalan menuju vas bunga, hendak mengganti bunga yang sudah mulai layu itu. Mula-mula ia membuang dulu bunga yang layu dengan airnya. Lalu mengisi vas bening itu dengan air yang cukup untuk merendam tangkai bunga Lily yang ia bawa. Setelahnya ia merapikan letak Lily dengan bunga baby’s breath yang juga ada dalam rangkaian buket itu.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
The Fact That He is My Hope

The Fact That He is My Hope

"Nanti jam 2 saya ambil ya neng.” "Baik, Pak." Selepas menyetujui hal itupun pria tadi bergegas keluar dan Tamara berusaha untuk membuat rangkaian buket bunga dari bunga daisy dan juga dandelion, ia pun mengambil beberapa kertas cellophane di laci meja kasirnya. Selama 2 jam Tamara merangkai buket bunga dandelion dan daisy itu agar menjadi buket yang indah nan cantik dipandang, ia pun terus fokus dan berkutat pada bunga itu. Meskipun sesekali ada pengunjung yang mampir untuk melihat-lihat bunga dan ada juga yang membeli beberapa tangkai bunga. Waktu sudah menunjukan pukul 14.00 dan buket bunga yang Tamara rangkai sudah siap, 15 menit setelah Tamara merampungkan rangkaiannya pria yang memesan
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

kata Bu RT yang masuk membawa benang dan jarum. "Banyak bunganya. Cari buat buat rajangan dan roncean. Wes ayo ndang di bikin, Din! Siapakan benang dan jarumnya, ukur sedepa pokok kurang lebih satu setengah meter untuk diletakkan di atas keranda," perintah Mbok Jum. "Berapa Mbok?" tanya Dinda. "Jumlah rangkaian bunga adalah lima untuk laki-laki dan empat untuk perempuan," jawab Mbok Jum.
9.544.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Four Adventures

Four Adventures

Terry pun mencoba untuk mendekatinya. “Hey Nona, bolehkah aku mendapatkanya?” “Oh tentu.” Wanita itu tersenyum kemudian berbalik badan untuk mengambil sejumput demi sejumput bunga yang berbeda dan kemudian ia satukan menjadi buket. Diserahkannya buket itu pada Terry dan wanita paruh baya itu tersenyum senang sembari mengucapkan terima kasih. Terry kemudian berpikir sejenak untuk melayangkan pertanyaan pada wanita itu.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai langkah-langkah membuat buket bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status