I'm Sorry Laras
Ia melambaikan tangan saat melihat sebuah angkot berwarna biru melaju mendekat, dan dengan cepat ia naik ke dalamnya setelah kendaraan itu berhenti.
“D ke Panti Asuhan Mutiara Kasih, Pak,” ucapnya pada sopir angkot, suaranya rendah namun jelas. Sopir mengangguk singkat, lalu angkot kembali melaju, membawa Laras menuju tujuannya. Di dalam angkot yang penuh sesak, Laras duduk di sudut dekat jendela, matanya menatap kosong ke luar, ke jalanan yang berlalu dengan cepat. Orang-orang di sekitarnya mengobrol kecil atau sibuk dengan ponsel mereka, namun Laras tenggelam dalam dunianya sendiri, pikirannya penuh dengan kenangan tentang Damar, Indira, dan masa lalu yang kini hanya tinggal bayangan.
Hot Chapters