Menulis Ulang Takdir
Kamarnya saat dia masih berusia 19 tahun, saat dia baru akan masuk universitas.
"Tidak mungkin!"
Lyra langsung bangkit, gerakannya masih gemetar, dan berjalan menuju meja riasnya. Matanya membelalak, bukan hanya karena melihat wajahnya yang masih sangat muda di cermin, tetapi juga karena kenyataan yang begitu tak terduga dan sulit dipercaya.
"Aku pasti sedang mimpi," gumamnya lagi.