Legenda Pendekar Biru
tepis Galuh meracau sendiri menerka-nerka.
“Paman,” Balada membungkuk berpamitan.
“Pergilah, nak. Tapi setelah selesai, kau cepat kembali kemari!” angguk Galuh memberi izin.
“Aku mengerti paman,” tutur Balada.
Selanjutnya dengan menunggangi Kora yang telah menjelma menjadi raksasa, Balada pun melesat menuju istana Maladewa.
**
“Gusti Prabu, Gusti Ratu, Gusti Sepuh, mohon terima salam hormatku,” Balada berlutut di hadapan Prabu Dewangga, Putri Ambar, dan Raden Buana.
Bab Populer