Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Luna

My Luna

“I’AM ADRIANA SORAYA.” Langit berwarna biru laut perlahan menggelap, taring yang menancap leher Adriana semakin dalam. Darah yang keluar dari lehernya dihisap oleh Aldrean bagai minuman. Tenggorokkannya seperti akan meleleh, Adriana kembali menguatkan dirinya untuk melanjutkan ucapannya yang belum rampung. “REJECT YOU ALDREAN REYNAND—”
104.6K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as laras noe
Read
+Library
Cinta itu Love

Cinta itu Love

saran Irma. “Gengsi banget gue nembak cowok. Akan gue buat Pak Bagas bertekuk lutut sama gue,” ucap Laras menggebu, seolah siap berperang di medan perang. Tululut, tululut ... suara ponsel Irma berbunyi. “Halo Mas! Aku pulang bareng Laras, iya ... aku ga main ke mana-mana, iya ... bawel." Irma mematikan telpon selularnya, terlihat kesal.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as laras noe
Read
+Library
LUKA

LUKA

Setelah acara janji sakral yang keduanya buat, mereka menuruni anak tangga disusul Bi Inem di belakang menatap keduanya bahagia. "Nara," cicit Alvin terlihat terpesona. Selama mereka pacaran, Nara terbilang gadis yang cuek. Ia tidak begitu peduli dengan tampilan mau pun riasan wajah. Nara hanya akan memoles beberapa pelembab dan bedak serta liptint tipis. Ia pernah bilang makeup tebal membuatnya terlihat seperti banci pinggir jalan. Konyol memang, tapi itulah Nara, gadis polos yang mampu memikat hatinya. Menjadi candu disetiap malamnya.
87.7K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as laras noe
Read
+Library
Ibu Susu Bayi Mafia Kejam

Ibu Susu Bayi Mafia Kejam

Laras yang di bekali IQ yang tinggi tentu saja bisa dengan mudah menebak posisi dimana David meletakkan CCTV di dalam kamarnya. "Belum waktu mmu8.aaanya kau itu keluar Nyonya Keira. Atau harus aku panggil seorang penipu, jika kau ingin rahasia mu tetap aman bersama ku. Lebih baik tetap menjadi orang yang vegetatif," bisik Laras dengan suara pelan. *** ** * Dilara sedang duduk sembari menatap ke arah langit, ia juga terlihat memainkan jari jemari miliknya.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 493 Times as laras noe
Read
+Library
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Tapi tetap saja, ia harus menahan diri. Jika tidak menjaga jarak. Ia takut perasaannya semakin dalam. “Dokter,” panggil Laras ketika mereka sudah berada di luar. Elio yang dipanggil akhirnya tersadar dari lamunannya. “Sepertinya dokter terlihat lelah. Aku akan pulang sendiri,” ucap Laras. Laras yang cantik menggunakan dress berwarna biru. Dengan rambut yang disanggul kecil. Sedikit poni yang menghiasi dahi.
9.6297.0K viewsCompletedAdded to Library 8.3K Times as laras noe
Read
+Library
BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

"Gue Anya. Satu tahun kerja di tempat ini, tapi gue baru bisa lihat lo secara langsung, Laras." Laras tertegun di tempat. "Mbak Anya tahu nama saya?" Anya tersenyum sambil geleng-geleng. "Bego! Siapa yang nggak tahu elo? Laras Mawar Berduri, itu nama lo di situs kita, kan? Elo bintang nya, Laras! Dengan followers hampir satu juta klien! Gila! Hebat banget lo!" Laras cuma terdiam. Apa yang Anya katakan bukanlah sesuatu yang patut untuk ia banggakan.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as laras noe
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

pamit Chiara pada Januar. Setelah berpamitan, Chiara meninggalkan Januar sendirian ditempat itu.gadis manis itu berjalan tergesa gesa karena dikejar waktu. Ketika punggung Chiara tak terlihat lagi, Januar mengeluarkan ponsel seraya menekan kombinasi angka untuk menghubungi seseorang. Tak lama, panggilannya pun diangkat. “Sepertinya Moon Goddes sengaja mengujimu. Kurasa, ini akan jauh lebih sulit dari yang kita duga, bos. Karena sang Luna tak percaya akan keberadaan kita sebagai kaum werewolf.” Ujar Januar dengan serius.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as laras noe
Read
+Library
Di Balik Tirai

Di Balik Tirai

"Dan kau, kamu hanya pion kecil dalam permainan ini." Maria merasakan amarah mulai membakar, tetapi ia tidak akan membiarkan emosi menguasainya. Ia memandang Laras, yang kini berdiri dengan lebih siap. Mereka tahu bahwa perlawanan ini bukan sekadar bertahan hidup—ini adalah tentang menghancurkan segala sesuatu yang telah mereka bina, mengungkapkan kejahatan yang telah bersembunyi di balik nama besar. "Tunggu," bisik Laras dengan suara pelan, matanya memeriksa saku tasnya, kemudian meraih beberapa alat kecil. “Aku punya ide. Tetapi kita harus cepat."
1.5K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as laras noe
Read
+Library
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Senyum getir menghiasi wajah Cassandra, "aku seorang yatim piatu, Nyonya." Nyonya Adeine membelalakkan kedua matanya. Dia melirik ke arah tas yang berada di pangkuan Cassandra. Tas bermerek dengan harga yang ditaksir sekitar seratus ribu Euro. Hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya. Lalu bagaimana bisa Cassandra mendapatkan itu, sementara dia hanyalah seorang yatim piatu.
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 424 Times as laras noe
Show Reviews (50)
Read
+Library
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status