Kehangatan Yang Datang Terlambat
Ibunya menggeleng, kemudian menjawab dengan suara yang lembut dan tenang,
“Ibu nggak mengerti apa yang kamu tulis, tapi ada namamu di bagian awal, jadi aku mengenalinya.”
Bertahun-tahun kemudian, Cheryl bahkan masih mengingat kenangan sore itu.
Sekarang, tulisannya sudah berkali-kali dimuat di berbagai majalah ternama.
Namun, orang yang dulu mengusap kepalanya dan memujinya, kini sudah tiada.
“Ibu….”
Saat terbangun, masih ada sisa air mata di sudut mata Cheryl.
Yang pertama kali dilihatnya adalah seorang pemuda dengan wajah cemas.
Sikat na Kabanata