PUDAR
Mutia pakai kacamata hitam yang dibawanya dan dengan santai memejamkan mata.
Pikiran Alan kembali berkelana pada kenangan setahun yang lalu. Kala itu lampu lalu lintas masih hijau. Ia terpekur menatap baliho sebuah produk parfum ternama. AXE. Tergiang dalam benaknya ketika Karen memberinya parfum merk itu dalam sekali lempar saat berbelanja bersama. Dengan sekali tangkapan, canda tawa bersama diantara mereka menciptakan romansa kekanakan di mata siapapun memandang. Jika saja saat itu dompet Alan tidak tertinggal di kasir, dan Karen tidak berjalan mendahuluinya untuk menyebrang jalan. Bisa dipastikan, nama Karen lah yang tertulis di buku nikah milihnya. Dan tentu saat ini Alan bisa bebas meng