Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
"Mohon maaf, pestanya sudah berakhir. Silakan pulang."
"Kita bisa bicara di dalam rumah, Pa." Pak Bagas mendorong kursi roda perlahan.
Mereka--Pak Hendi, Ibu, Bu Wina mengikuti Pak Bagas. Sedangkan Naura diamankan oleh seorang satpam, digelandang ikut masuk ke dalam rumah.
Sedangkan aku bergeming. Haruskah aku mengikuti mereka?
"Ayo, Mbak Sinar ... tokoh utama tidak boleh ketinggalan pesawat." Pak Wanto mempersilakan aku berjalan terlebih dahulu.