Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin
Pak Abdul Karim menghela nafas panjangnya sebelum lanjut berkata, “Mencintai itu memang butuh ketulusan, kesabaran, juga pengorbanan, Anakku. Dan benteng nya adalah ketulusan dan kesabaran, walau mungkin kaumerasa tak diperlakukan selayaknya seorang suami oleh istrimu itu. Papa tahu, bahwa kausudah berusaha untuk membahagiakannya dengan segenap jiwa dan ikhtiarmu, namun bila semuanya terasa sia-sia, maka biarlah pengadilan waktu yang menetapkan vonisnya. Tetapi walau berat dan seolah hidup dalam neraka, kauharus bersabar, dan tanpa lelah berdoa, semoga kelak Nagita menjadi istri terbaik dan calon bidadari syurga bagimu.”
***
Sikat na Kabanata