Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dewa Naga Terpilih

Dewa Naga Terpilih

Setelah berkata Linhua segera melangkah keluar dari buang baca. Dia terus melangkah menuju ke beranda samping mansion. Tangannya merogoh saku celananya mengambil benda pipih. Jarinya bergerak lincah menulis deretan kata pada seseorang. 'Semoga segera dibaca!'
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
Menjebak Cucu Presdir

Menjebak Cucu Presdir

“Yang mengharuskan saya menutup mata.” Ia berhenti sejenak, menarik napas. “Saya… tidak suka kalau mata saya tertutup. Itu membuat saya pusing.” Batara terdiam sesaat, kemudian meraih stabilo dari rak kecil di samping meja — alat tulis tertata rapi di sana. Sreeettt— Suara gesekan kertas dan ujung stabilo terdengar saat ia menandai bagian yang dimaksud Cleona.
604 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
Istriku Bilang Terserah. Yasudah, Suka-suka Aku

Istriku Bilang Terserah. Yasudah, Suka-suka Aku

Lanjutnya, sambil menyingkap untaian rambut yang menutupinya. Di bawah bahu kirinya, aku melihat sebuah tulisan kalimat yang terdiri dari beberapa kata. Hanya saja, karena posisiku aku tak bisa membacanya. "Tulisan apa itu?" Dia tak menjawab. Tapi sebagai balasan Denaya kembali menggeser kursinya mendekat. Terlalu dekat, hingga begitu dia berhenti aku bahkan langsung bisa menghirup aroma tubuhnya. "Audi Altera Palterm?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Tulisan tangan di kertas itu menggunakan tinta cair berwarna hitam pekat, ditulis dengan gaya tegak bersambung yang luar biasa indah dan presisi. "Ketenangan adalah teman terbaik bagi seorang penulis, namun alat yang tepat akan membuat kata-katamu mengalir tanpa hambatan. Jangan biarkan pikiranmu terganggu oleh suara-suara sumbang di sekitarmu, Kaca Bening. Menulislah untukku. - Kopi." Darah di tubuh Ruby seolah tersedot habis hingga ke ujung kaki. Lututnya seketika lemas hingga ia harus berpegangan pada pinggiran meja.
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Judulnya ia beri garis: “Peta Rumah Nara – Untuk Dibaca Saat Aku Lupa, Agar Aku Tak Lupa Terus” Di bawahnya, ia mulai menulis: Kamu paling suka keheningan pukul enam lewat lima belas. Jangan ganggu. Tapi boleh sodorkan teh hangat dari kiri, bukan dari kanan. Kamu pernah bilang, arah kiri lebih “ramah.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
Betty da Jogja

Betty da Jogja

Andre membaca lirih tulisan tangan berkarakter unik di pojok kiri dalam lembar notes merah jambu itu. Bukan Kerja, Tapi Karya. Andre membaca tulisan di bawah kata Omelet, sama lirihnya. Dia yakin itu judul dari berbagai paragraf dari tulisan yang ada di bawahnya. Kemudian dia membaca satu paragraf di bawahnya. Dear, Manusia.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
Penakluk Cinta Sang Dosen

Penakluk Cinta Sang Dosen

Indra duduk di depan meja laptopnya. Matanya memandangi layar laptopnya. Kursor yang berkedip seolah-olah menantangnya berkelahi. Hanya ada dua kata di layar laptop itu, yaitu bab tiga. Di samping laptopnya ada manuskrip bab satu yang yang ditulisi Bu Caca “Mohon temui saya.”
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai les baca tulis terdekat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status