Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Tentu saja, boleh. Finnley termenung menatap lukisan itu sejenak, lalu berkata, "Lukisan ini menggambarkan suasana senja kemerahan dengan latar belakang hitam, kemudian ada hutan kecil di satu sisi, dan seorang wanita berjalan di tepi pantai di kejauhan. Gelombang laut abstrak tampak bergelora seakan hendak menelannya. Hmm ... bagaimana kalau 'The Turbulent Waves'?" "Ombak Bergelora ... it sounds good! Aku suka itu."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Ia melukis jarak. Garis-garis terputus, warna yang tidak saling menyentuh, ruang kosong yang besar di tengah. Lalu, perlahan, ia menambahkan satu garis tipis yang menghubungkan dua sisi. Itu bukan lukisan paling indah yang pernah ia buat. Tapi itu paling jujur tentang apa yang ia rasakan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Membungkam Mulut Tetangga Julid

Membungkam Mulut Tetangga Julid

Lila bertanya lagi, sepertinya dia penasaran dengan kontrakanku yang baru. "Itu di sana, dekat sama sekolah Sultan. Kamu apa kabarnya?" jawab dan tanyaku. Aku mulai melangkah ke halaman rumah Bude. "Alhamdulillah baik, Teh. Emang di sana nggak banjir ya, Teh?"
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Hanya Istri Pelampiasan

Hanya Istri Pelampiasan

"Emang brengsek kamu, Jazz." Harpa melayangkan tamparan dan berlalu pergi. *** "Jadi, lu ada darah Latinnya, Mel?" Oktaf bertanya saat Melody mulai menggambar mural di bagian dinding luar tokonya. Lelaki itu membantu memegangi cat, kuas, dan beberapa perlengkapan mural lainnya. Sudah dua hari sejak Melody tinggal bersamanya, selama dua hari itu pula Oktaf terpaksa bangun pagi.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Takdir Perjanjian Pernikahan

Takdir Perjanjian Pernikahan

tukas Willimdingin. Laura mendengus tak suka. "Ya, sebentar aku ingin mengatakan sesuatu pada Marsha." "Ada apa, Laura?" Marsha menautkan alisnya. "Besok kau harus menemaniku melukis. Aku ingin melukis dirimu," ujar Laura dengan senyuman di wajahnya. "Kau ingin melukisku?" Marsha sedikit terkejut mendengar, adik iparnya itu akan melukis dirinya.
8.832.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Terpikat Hasrat CEO Dingin

Terpikat Hasrat CEO Dingin

"Itu karena kau terlalu dekat. Siapapun bisa kehilanganmu fokus jika ada orang sepertimu berdiri sedekat ini." Lucian tiba-tiba berjalan ke sampingku. Satu tangannya masih menggantung di belakang punggungku, tidak menyentuh, tapi cukup dekat membuat kulitku gerah. "Kalau begitu kita pindah ke alat lain. Sepertinya kau membutuhkan variasi."
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Anak Siapa Ini?

Anak Siapa Ini?

Leon terkadang merindukan masa-masa indah itu. “Mikel Chun memang hebat..” Leon sendiri kini sibuk menjadi pelukis dan memiliki galeri sendiri. Ia tidak terlalu tertarik dengan apa yang dilakukan oleh Mikel, baginya lebih menarik melakukan hal-hal sederhana seperti ini. Leon mulai mewarnai sketsanya dengan cat minyak, ia mencampurkan dua warna lalu memikirkan langkah selanjutnya. Sebuah pemandangan laut dengan burung camar dan hutan bakau.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Tak lama kemudian, Bu Lili menghentikan mobilnya dan berkata kepada tiga orang di belakangnya, "Kalian naik dulu, aku akan parkir mobil dan bergabung dengan kalian nanti." Fikri mengiakannya, lalu membawa Chelsea dan Sisi turun, mereka bertiga berjalan menuju gedung. Studio lukis Little Genius memang sangat dekat dengan rumah Fikri, hanya membutuhkan waktu beberapa belasan menit dengan mobil.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Hari sabtu pagi Raina pergi ke sekolah untuk ikut kelas melukis, bakat melukisnya itu sudah ada sedari ia duduk di Sekolah Dasar, ia pun juga sudah mengikuti berbagai perlombaan, ia bercita-cita untuk menjadi seorang pelukis. Sebelum ke sekolah ia bertemu dengan seseorang terlebih dahulu di cafe dengan mengendarai sepeda motor nya. Ia memasuki cafe dan melihat seorang pria melambaikan tangan, pria itu adalah teman sekolah sekaligus sahbatnya yang juga mengikuti kelas melukis, ia mengenakan kemeja lengan pendek berwarna hitam dan celana panjang denim.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Take Me Back to Switzerland

Take Me Back to Switzerland

Laki-laki itu lantas berjalan mendekati Lia yang saat ini sedang mengobrol dengan Marsha dan diikuti dengan Putra di belakangnya. “Lagi ngapain di sini?” tanya Felix. Lia lalu beralih menatap Felix dan tersenyum, “Lagi masang lukisan nih, pas banget ada di depan kelas lo,” timpal Lia. “Wah, pasti lukisan lo masuk lima terbaik di kelas, ya, selamat deh,” ucap Felix. “Ini semua berkat tangan Marsha, untung aja dia pinter moles catnya. Ya, nggak, Sha?” ujar Lia dan dibalas gelengan kepala oleh Marsha, “Biasa aja kali,” ucap Marsha.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status