Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
10 Years Ago

10 Years Ago

✈✈✈ Sabtu, 9 September 2005. Siti selaku pembimbing ekstrakulikuler Seni Lukis mengajak peserta didik ke sebuah bangku lingkaran besar di sudut kiri lapangan basket. Dia menyuruh mereka untuk melukis satu pohon soga yang pada bulan ini memasuki fase pemekaran bunga. Pohon itu tak jauh dari tempat mereka sehingga mereka dapat leluasa melihatnya dari beberapa sisi. Andin memilih duduk sendiri beralaskan rumput. Tempatnya tak jauh dari titik kumpul itu. Dia lebih baik melukis seorang diri. Akan risih baginya bila orang lain mengajak melukis bersama.
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
The Dark Side (Perawan 1 Miliar)

The Dark Side (Perawan 1 Miliar)

"Optimislah, Zeeta. Lakukan hal yang dapat membuatmu bahagia. Kebetulan, Minggu depan ada pameran lukisan di Andromeda Gallery. Kalau bisa, buatlah beberapa lukisan ringan. Seluruh kolega dari beberapa perusahaan akan hadir di sana." *
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Rusli pun pergi meninggalkan Dimas di ruko tersebut. "Ah aku harus segera menyelesaikan lukisan ini," ucap Dimas yang baru saja selesai makan dan kini dirinya sudah berada di depan lukisan tubuh Mita yang belum jadi itu. Dimas pun segera mengelap tangannya yang masih basah dengan kain dan segera melanjutkan lukisannya itu. Mengerjakan setiap detail lukisan dan memberikan warna pada lukisan tersebut agar terlihat lebih nyata.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Cinta Dingin Tuan Besar

Cinta Dingin Tuan Besar

Marla berjalan ke halaman belakang, mencari tempat yang nyaman untuk melukis. Marla perlu menenangkan diri dan mengisi kekosongan hatinya. Gadis itu duduk bersandar pada tembok sambil membuka peralatan lukisnya. Tangannya mulai melukis wajah wajah yang ingin dia lukis. Wajah yang sangat dirindukan. Wajah dia, ibu Anya. Erika dan anak-anak yang berada di pantinya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Alpha

Kutukan Sang Alpha

"Sebenarnya, aku berharap kau bisa tinggal dan melukis bersamaku." "Oh, saya tidak tahu cara untuk - " "Sebelumnya aku pun tidak. Tetapi, latihan akan membuatmu berkembang. Lagi pula, akan sangat menyenangkan jika ada teman menggambar. Penerangan memang membantu, tetapi di luar sini tetap saja terasa sedikit mengerikan." Felicity terkekeh. "Baiklah, baiklah, Anda berhasil meyakinkan saya. Dari mana saya harus memulainya?"
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
DIABAIKAN MENTANG-MENTANG HANYA ANAK PANCINGAN

DIABAIKAN MENTANG-MENTANG HANYA ANAK PANCINGAN

Terlihat di depan sana ada seorang pelukis yang sedang memadu warna di atas kanvasnya. Aku mendekat hanya untuk bertanya. Bingung juga mau bertanya apa, mana tahu ia pelanggan cafe yang memesan makanan. Hhff! Dasar pelanggan tak jelas. Aku semakin dekat pada pelukis itu. Dari kejauhan sudah terlihat beberapa lukisannya yang indah, sejenak aku terpana karena memang menyukai lukisan.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

Gita melangkah tegap dan meletakkan mawar hitam kesukaan Napta di sana, berkumpul dengan beberapa tangkai lainnya. “Aku tak menyangka kamu pergi secepat ini. Lukisanmu akan segera menjelma menjadi mural terbagus di kota ini. Aku akan selalu mengenang karya-karyamu,” Gita mengatakan kalimat perpisahannya. Mengangguk pada Diara dan Glagah lalu pergi.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Semua ini terasa seperti teka-teki yang membingungkan. Selesai berbelanja keperluan melukis, Romeo menjalankan mobil menuju ke rumah mereka. Kabin mobil terasa sunyi, hanya diisi oleh alunan lembut musik jazz dari speaker. Romeo fokus pada jalanan, sementara pikiran Suri sedang dilanda rasa cemas. Apakah dia bisa melukis Romeo tanpa harus memperhatikan pria itu dengan intens? Menggambarkan wajah seseorang membutuhkan konsentrasi, perhatian, dan--yang paling menantang baginya--kedekatan.
10116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai les melukis terdekat
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Risca Amelia
Halo, Kakak cantik dan ganteng. Author punya novel baru. Jangan lupa mampir ya. Judulnya : Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian. Ditunggu komen, ulasan, dan votenya. Terima kasih. Saranghaeyo
Rahman Nita
baca dr kisah suri-romeo, sekarang lanjut ke story nya kembar jevan & jea... Jevan bakal bucin nih sm serin, kyk papanya yg bucin ke mamanya haha. up nya tiap hari brpa bab sih kak? & up jam brpa aja?
Baca Semua Ulasan
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Melukis adalah yang paling kukuasai hingga kini, baik itu melukis wajah dengan pensil atau membuat lukisan berwarna. “Pasti. Aku akan menaklukkan mereka.” Aku bergumam, lirih. *** Hari ini, sepulang kuliah langkahku gagah penuh semangat menuju kelas XI IPA. Kegaduhan sudah terdengar dari luar. Kumasuki kelas sambil mengucap salam—kendati salamku tak begitu mereka acuhkan—dan berdiri mengamati sepenjuru kelas beberapa saat lamanya.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

00 – Sesi Kreatif: Melukis Makna Fasilitator: Mas Leo, art therapist Tema: “Jika hatimu adalah sebuah tempat, tempat seperti apa itu sekarang?” Menggunakan cat air dan kertas besar Fokus bukan pada keindahan, tapi pada ekspresi jujur Lukisan Anya menggambarkan ruang kecil yang penuh tanaman hijau. Di tengahnya ada jendela besar yang terbuka, menghadap matahari. Tak ada sosok manusia. Tapi terasa kehangatan. Ia menuliskan di pinggir lukisan: “Hatiku sedang tumbuh kembali.”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai les melukis terdekat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status