Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DEAR DIARY INDONESIA

DEAR DIARY INDONESIA

Katakana mom memang kejam hingga ia terkena penyakit ganas yang kemungkinan akan menyebabkan nyawanya tidak tertolong hingga Sembilan bulan kemudian dinyatakan sembuh meski salah satu organ harus diangkat agar selnya tidak Kembali tumbuh. Setelah membersihkan tubuh, aku langsung memilih pakaian untuk ke kantor tak lupa dengan make up tipis seperti pensil alis dan lip gloss lalu sedikit concealer. Untuk makeup aku malas memakai yang ribet karena membuang waktu. Selesai dengan wajah, aku langsung keluar kamar dan memakai boots dengan panjang hampir selutut menutupi kaki jenjangku karena diluar lumayan dingin untuk ukuran satu derajat Celsius. Aku termasuk tahan dan kuat akan dingin meskipun ti
1011.8K viewsOn holdAdded to Library 423 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Penakluk Cinta Sang Dosen

Penakluk Cinta Sang Dosen

“Apa kata orang-orang kalau keluarga Hadiprajitno mempunyai perawan tua yang tidak laku nikah?” Kata-kata Mbah itu masih terngiang di telinganya bagai kaset rusak yang terus menerus berputar. “Seorang feminist sekaligus Mak Lampir menggadaikan semua termasuk berani lajang demi posisi Kepala Biro Urusan Luar Negeri.” Kata-kata Jasmine juga ikut-ikutan menyala dan menempati tempat di otaknya secara gratis tanpa biaya berlangganan.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Leonardo Dicaprio

Leonardo Dicaprio

[16] Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[16] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.[25]
91.8K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

Kedua tangan Amin terangkat dengan jari-jarinya yang rapat, sambil menjauhkan kedua tangan dari atas kepalanya dengan arah berseberangan, Amin berkata, “‘Romantisnya emansipasi wanita di tengah penjajahan yang makin dramatis’. Ini bisa menunjang kegilaan kita mengenai surat kabar yang pernah kita bicarakan bertahun-tahun lalu!” “Kegilaan seperti memerdekakan Indonesia melalui kata?” “Betul!” “Min, ini mengenai wanita. Yang kulihat selain kelemahan adalah ketidakberdayaan.” Dedeng mengangkat lembar hikayat itu. “Dan ini? Mengenai penguasaan, Min. Tidak sama sekali mendekati merdeka.” “Tak ingat kau pada Kartini? Jayanya perempuan pada masa itu mulai dilupakan, Deng! Saatnya kita membuat polem
105.6K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Kubalas Pengkhianatan Suamiku

Kubalas Pengkhianatan Suamiku

"Ini diari putriku. Dia menulis semua yang terjadi sebelum dia meninggal. Termasuk ancaman-ancaman yang dia terima dari Hartini." Aku menerima buku itu dengan tangan gemetar. Membukanya perlahan. Tulisan tangan yang rapi, sedikit miring, memenuhi setiap halaman. "15 Maret 2003 Hari ini Hartini datang ke rumah. Dia bilang kalau aku tidak mundur dari perceraian, aku akan menyesal. Aku tidak takut. Hartono harus tahu kebenaran. Arjuna harus tahu kebenaran."
1.6K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Rahasia Sang Dokter

Rahasia Sang Dokter

Budi melirik sang istri, namun sayang, pandangan Erma tertuju pada menantu mereka. “Ah ... nggak enak cuma diam aja di rumah, Lin. Mama dukung kalau kamu benar mau bantuin papamu. Hanya aturan kuno yang mengatakan perempuan wajib cuma di rumah saja. Nangis RA Kartini memperjuangkan hak kesetaraan wanita kalo kita masih aja cuma dianggap pajangan rumah dan penghangat kasur!” tukas Erma tegas, kini ia melirik suaminya yang kontan garuk-garuk kepala. “Nah, Dam ... dengerin!” ujar Budi dengan wajah masam.
10141.2K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Pelakormu vs Aku

Pelakormu vs Aku

Sepucuk surat bertulisan tangan Kartini. 2. Foto dua anak Kartini tersenyum manis, bersama Anjani, di sebuah taman. 3. Kalung kecil berbentuk hati. Antonio mengambil surat itu dan mulai membacanya. Tulisannya penuh dengan kata-kata sederhana namun menyakitkan, seperti belati menusuk hati. --- Surat Kartini: *“Pak Antonio,
101.5K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

potong Nyonya Ratna sinis, “belajarlah dari Eveline. Wanita itu tahu cara menempatkan diri. Dia elegan, cerdas, berpendidikan, dan punya bisnis yang nyata. Kau tahu? Dia baru saja buka butik di Jakarta Selatan. Pelanggannya pejabat semua.” Sinta, yang berdiri di dekat dapur, menatap majikannya dengan cemas. Ia ingin berbicara, tapi tatapan tajam Tuan Baskara membuatnya membisu. Freya menarik napas dalam, berusaha menahan getaran di suaranya. > “Saya senang mendengarnya, Bu. Tapi saya juga bangga dengan yang saya lakukan. Saya memulai dari kecil, dengan tangan sendiri.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
Invers Ceria, ya Cerai

Invers Ceria, ya Cerai

Kolot, primitif, purba, apalagi kata yang cocok untuk menyebut si Hadiningrat ini. Tapi aku malah tertawa penuh sarkasme, dia memang purba. Bangsawan sekali pria di depanku ini. Apa dia lupa dia hidup di jaman apa, apa dia tidak pernah setuju dengan perjuangan ibu Kartini. Apa dia menghargai wanita hanya ketika dia bisa bermain bumbu lalu ganti bermain air dan terakhir terlentang di kasur. "Kangmas Fathian" ucapku di sela tawa.
1022.5K viewsCompletedAdded to Library 786 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Show Reviews (24)
Read
+Library
Dyah Ayu L
udh kelar baca. seru ceritanyaaa, gak bertele-tele. sygnya endingnya kecepetan masih seru untk dilanjut padahal hehe.. brharap difilmkan pasti bagus nih, apalagi klo dijadiin drakor wkwk suka sama cerita yg cpt tamat gini, gak kaya cerita sebelah yg gk tamat2 tp cuma diputer2 doang alurnya *ups
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Arimbi bukan sekadar istri. Ia adalah simbol kekuatan feminin dari dunia ‘liar’ yang berhasil menaklukkan dan ditaklukkan oleh cinta. Ia kuat, mandiri, dan berani. Sama seperti seorang aktivis yang melawan raksasa industri.” Di dekat kepala korban, Raka melihat selembar daun lontar kering. Ia mengambilnya dengan hati-hati menggunakan pinset dari tas forensik. Di atasnya, tertulis beberapa baris aksara Jawa kuno dengan tinta hitam pekat. Raka membacanya dalam hati, dan seketika napasnya tercekat. “Apa isinya?” desak Kirana.
967 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as letters from kartini an indonesian feminist 1900 1904
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status