Kunikahkan Suamiku Dengan Selingkuhannya
Perjalanan hidup, dengan segala kesulitannya, membawa setiap orang ke tempat yang berbeda—membuat mereka lebih kuat, lebih bijak, dan kadang, lebih manusiawi.
“Bu, lama-lama aku bisa stres kalau ibu terus seperti ini!” seru Syifa dengan nada frustrasi, matanya memerah. "Bu, tolong jangan samakan hidup kita seperti dulu. Bisakah ibu berhenti sejenak, ya... puasa dulu dari foya-foya? Ibu kan tahu kondisi kita sekarang. ATM kita (Mas Yusuf) sudah tidak bisa dipakai, aku pun belum dapat pekerjaan. Ibu mau rumah ini diobrak-abrik lagi seperti kemarin gara-gara utang-utang itu? Tolonglah, Bu! Sudah tujuh bulan lebih kita bertahan dalam situasi ini. Hemat sedikit, Bu… tolong!"