Selubung Memori
Aku di ladang bunga.
Anginnya hangat, rasanya seperti bisa meresap jauh ke setiap jengkal tubuh. Langitnya cerah—benar-benar cerah seperti tidak ada apa-apa, kecuali biru. Awan bahkan tidak kelihatan wujudnya. Aku berdiri di tengah ladang bunga, sejauh mata memandang hanya ada mahkota mekar. Jalan setapak terlihat, sepertinya mengarah ke suatu tempat. Dan aku berlari—benar-benar berlari. Aku mampu dengar napasku sendiri. Lumayan terengah-engah, tetapi tidak ada niat berhenti.
인기 회차